Minggu, 01 Juni 2014

Pendidikan Multicultural Melunturkan Rasa Nasionalisme



Pendidikan Multicultural Melunturkan Rasa Nasionalisme



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Seperti yang kita tahu, saat ini disekitar kita banyak sekali budaya-budaya dari luar negeri yang berkembang pesat. Hal ini mengakibatkan lunturnya kencitaan kita kepada kebudayaan lokal sekaligus menyebabkan turunnya rasa nasionalisme kita pada bangsa Indonesia. Terbukti dengan adanya anggapan bahwa kebudayaan Indonesia jauh tertinggal di belakang kebudayaan negara lain. Selain itu, kenyataan yang kita lihat banyak sekali anak – anak usia dini sampai usia dewasa yang tidak mengetahui kebudayaan lokal, contohnya banyak anak-anak yang lebih menyukai bermain video game, daripada bermain bermain layang–layang. Hal sekecil itu dapat menjadi indikasi jika rasa nasionalisme kian menurun dari generasi ke generasi. Orang tua atau orang dewasa juga turut andil dalam membentuk rasa nasionalisme anak – anaknya.
            Tapi, saat ini kebanyakan orang tua cenderung memilih sekolah internasional yang mereka anggap jauh lebih baik daripada sekolah lokal, meskipun sebenarnya tidak semua sekolah internasional mengajarkan kebudayaan lokal, banyak dari sekolah sekolah itu cenderung mengenalkan murid – muridnya dengan kebudayaan negara lain. Bagaimana kebudayaan Indonesia akan terus bertahan, jika generasi anak bangsa tidak mengenal kebudayaan sendiri.
            Berhubungan dengan masalah diatas, penggunaan bahasa daerah juga mulai ditinggalkan, karena dianggap kuno dan tidak komunikatif. Banyak  remaja yang beranggapan jika dia menggunakan bahasa daerah saat berkomunikasi dengan teman – temannya ia akan dianggap kurang gaul dan ndeso, padahal sebenarnya, teman – temannya pun berasal dari daerah yang sama dan memiliki bahasa daerah yang sama. Masalah ini juga menjadi salah satu indikasi betapa rendahnya minat generasi muda terhadap kebudayaan lokal, dan banyak lagi masalah – masalah yang juga terjadi.
            Untuk itu pendidikan multicultural perlu dilakukan sejak penbdidikan tingkiat dasar dimulai dengan kultur budaya yang berasal dari Indonesia mengingat Negara kita adalah Negara yang multikultur agar sebelum mereka mengetahui budaya luar merekia mengetahui budayanya sendiri sedari dini agar rasa nasionalisme terhadap bangsa dan Negara semakin kuat. Dan dapat memantapkan ketahanan nasional  serta mewujudkan masyarakat maju yang berakar pada kebudayaan bangsa dan persatuan nasional berdasarkan pancasila.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan karakter?
2.      Apa pendidikan Multikultural itu?
3.      Bagaimana karakter bangsa untuk saat ini?
4.      Bagaimana pengaruh pendidikan Multikultural terhadap karakter bangsa ?
5.      Bagaimana pendidikan multicultural itu dapat menurunkan tingkat nasionalisme suatu bangsa?
6.      Seberapa besar pengaruh pendidikan multicultural terhadap menurunnya nasionalisme?
7.      Apa yang terjadi saat rasa nasionalisme itu mulai hilang?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Menumbuhkan karakter bangsa dengan menerapkan pendidikan multicultural yang berdasarkan oleh kebudayaan nasional untuk meningkatrasa nasionalisme suatu bangsa terhadap negaranya agar terciptanya ketahanan nasional dengan Negara yang memilki identitasnya dan bangga atas kebudayaanya.
1.4 MANFAAT
            Mengetahui sejauh mana suatu bangsa mengetahui dan menghargai kebudayaannya sendiri dan seberapa besar rasa nasionalisme yang dimiliki untuk saat ini dengan berkembang pesatnya multicultural yang dihadapi setiap hari.
1.5 BATASAN





















BAB II
KAJIAN PUSTAKA
            Karakter berasal dari bahasa yunani “charassein” yang berarti barang atau alat untuk menggores yang dikemudian hari dipahami sebagai stempel/cap. Sifat-sifat yang melekat pada seseorang (S.M,Dumadi,1955:11)
Watak (karakter) sebagai seperangkat sifat-sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan ,kebijakan, dan kematangan, moral seseorang (Darmiyati Zuchdi,2008:39)
Karakter adalah sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas,menjadi ciri,menjadi sifat tetap,yang mengatasi pengalaman kontingen yang slalu berubah ( F.W.Foerster,1966:869)
Pendidikan multicultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai kionsekuensinya keragaman budaya,etnis,suku,dan aliran agama (Ainurrafiq Dawam)
Dalam konteks pendidikan agama, Multicultural adalah sikap menerima kemajemukan ekspresi budaya manusia dalam memahami pesan utama agama ,terlepas dari rincian anutannya.








BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dalam UU ini secara jelas ada kata “karakter” kiendati tidak ada penjelasan lanjut tentang apa yang dimaksudkan dengan karakter, sehingga menimbulkan tafsir tentang maksud dari kata tersebut.
Ungkapan “character” misalnya dalam “character building” mengandung multitafsir , sebab ketika ungkapan itu diucapakan Bung Karno maksudnya watak bangsa harus dibangun,tetapi ketika ungkapan itu diucapkan oleh Ki Hajar Dewantara , ungkapan itu bermakna pendidikan watak untuk para siswa yang meliputi ”cipta”, “rasa”, dan “karsa” . jika berbeda yang mengucapkan maka maknanya pun akan berbeda pula.
Karakter adalah seperangkat nilai yang telah menjadi kebiasaan hidup sehingga menjadi sifat tetap dalam diri seseorang, misalnya kerja keras, pantang menyerah,jujur,sederhana,dan lain-lain. Dengan itulah kiualitas seorang pribadi diukur. Sedangkan tujuan pendidikan karakter adalah terwujudnya kesatuan esensial si subjek dengan perilaku dan sikap/nilai hidup yang dimilkinya. Jadi pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pendidikan nilai pada diri sesorang.
Bahwa watak atau karakter itu amat penting ,dapat disimak dari hasil penelitian di Havard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar,2000) yang memaparkan bahwa kesuksesan hidup seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis(hardsklill) yang diperoleh lewat pendidikan ,tetapimlebih oleh kemampuan mengelola diri yang didalamnya termasuk karakter dan orang lain (softskill). Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk dikembangkan.
Begitu pula dengan karakter bangsa yang diwujudkan lewat identitasm suatu bangsa. Dengan identitas suatu bangsa yaitu kebudayaan. Maka dengan demikian kita perlu menghargai,mengetahui,dan melestarikannya. Dengan pendidikan multicultural yang menekankan pada multicultural akan kebudayaan lokal.  Seperti yang kita tau bahwa Indonesia merupakian Negara yang multicultural. Namun pada kenyataannya  pendidikan multicultural yang diterapkan di Indonesia bukan tentang budaya lokal namun lebih cenderung budaya luar. Dan pendidikan multicultural budaya luar sudah mulai diterapkan dari pendidikan dini. Sehingga cenderung anak-anak sekarang kurang mengetahui budaya lokal bahkan mereka tidak tahu.


           

Tidak ada komentar: