
Pendidikan Multicultural Melunturkan Rasa Nasionalisme
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Seperti yang kita tahu, saat ini
disekitar kita banyak sekali budaya-budaya dari luar negeri yang berkembang
pesat. Hal ini mengakibatkan lunturnya kencitaan kita kepada kebudayaan lokal
sekaligus menyebabkan turunnya rasa nasionalisme kita pada bangsa Indonesia. Terbukti
dengan adanya anggapan bahwa kebudayaan Indonesia jauh tertinggal di belakang
kebudayaan negara lain. Selain itu, kenyataan yang kita lihat banyak sekali
anak – anak usia dini sampai usia dewasa yang tidak mengetahui kebudayaan
lokal, contohnya banyak anak-anak
yang lebih menyukai bermain video game, daripada bermain bermain layang–layang.
Hal sekecil itu dapat menjadi indikasi jika rasa nasionalisme kian menurun dari
generasi ke generasi. Orang tua atau orang dewasa juga turut andil dalam membentuk
rasa nasionalisme
anak – anaknya.
Tapi, saat ini kebanyakan orang tua cenderung
memilih sekolah internasional yang mereka anggap jauh lebih baik daripada
sekolah lokal, meskipun sebenarnya tidak semua sekolah internasional
mengajarkan kebudayaan lokal, banyak dari sekolah sekolah itu cenderung
mengenalkan murid – muridnya dengan kebudayaan negara lain. Bagaimana
kebudayaan Indonesia akan terus bertahan, jika generasi anak bangsa tidak
mengenal kebudayaan sendiri.
Berhubungan dengan masalah diatas,
penggunaan bahasa daerah juga mulai ditinggalkan, karena dianggap kuno dan
tidak komunikatif. Banyak remaja yang
beranggapan jika dia menggunakan bahasa daerah saat berkomunikasi dengan teman
– temannya ia akan dianggap kurang gaul dan ndeso,
padahal sebenarnya, teman – temannya pun berasal dari daerah yang sama dan
memiliki bahasa daerah yang sama. Masalah ini juga menjadi salah satu indikasi
betapa rendahnya minat generasi muda terhadap kebudayaan lokal, dan banyak lagi
masalah – masalah yang juga terjadi.
Untuk
itu pendidikan multicultural perlu dilakukan sejak penbdidikan tingkiat dasar
dimulai dengan kultur budaya yang berasal dari Indonesia mengingat Negara kita
adalah Negara yang multikultur agar sebelum mereka mengetahui budaya luar
merekia mengetahui budayanya sendiri sedari dini agar rasa nasionalisme
terhadap bangsa dan Negara semakin kuat. Dan dapat memantapkan ketahanan
nasional serta mewujudkan masyarakat
maju yang berakar pada kebudayaan bangsa dan persatuan nasional berdasarkan
pancasila.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apakah
yang dimaksud dengan karakter?
2.
Apa
pendidikan Multikultural itu?
3.
Bagaimana
karakter bangsa untuk saat ini?
4.
Bagaimana
pengaruh pendidikan Multikultural terhadap karakter bangsa ?
5.
Bagaimana
pendidikan multicultural itu dapat menurunkan tingkat nasionalisme suatu bangsa?
6.
Seberapa
besar pengaruh pendidikan multicultural terhadap menurunnya nasionalisme?
7.
Apa
yang terjadi saat rasa nasionalisme itu mulai hilang?
1.3
TUJUAN PENULISAN
Menumbuhkan karakter bangsa
dengan menerapkan pendidikan multicultural yang berdasarkan oleh kebudayaan
nasional untuk meningkatrasa nasionalisme suatu bangsa terhadap negaranya agar
terciptanya ketahanan nasional dengan Negara yang memilki identitasnya dan
bangga atas kebudayaanya.
1.4 MANFAAT
Mengetahui
sejauh mana suatu bangsa mengetahui dan menghargai kebudayaannya sendiri dan
seberapa besar rasa nasionalisme yang dimiliki untuk saat ini dengan berkembang
pesatnya multicultural yang dihadapi setiap hari.
1.5 BATASAN
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Karakter
berasal dari bahasa yunani “charassein” yang berarti barang atau alat untuk
menggores yang dikemudian hari dipahami sebagai stempel/cap. Sifat-sifat yang
melekat pada seseorang (S.M,Dumadi,1955:11)
Watak (karakter) sebagai seperangkat
sifat-sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan ,kebijakan, dan
kematangan, moral seseorang (Darmiyati Zuchdi,2008:39)
Karakter adalah sesuatu yang
mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas,menjadi ciri,menjadi
sifat tetap,yang mengatasi pengalaman kontingen yang slalu berubah (
F.W.Foerster,1966:869)
Pendidikan multicultural
adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas
dan heterogenitasnya sebagai kionsekuensinya keragaman budaya,etnis,suku,dan
aliran agama (Ainurrafiq Dawam)
Dalam konteks pendidikan
agama, Multicultural adalah sikap menerima kemajemukan ekspresi budaya manusia
dalam memahami pesan utama agama ,terlepas dari rincian anutannya.
BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan UU Nomor 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter
serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa”. Dalam UU ini secara jelas ada kata “karakter” kiendati tidak ada
penjelasan lanjut tentang apa yang dimaksudkan dengan karakter, sehingga
menimbulkan tafsir tentang maksud dari kata tersebut.
Ungkapan “character”
misalnya dalam “character building” mengandung multitafsir , sebab ketika
ungkapan itu diucapakan Bung Karno maksudnya watak bangsa harus dibangun,tetapi
ketika ungkapan itu diucapkan oleh Ki Hajar Dewantara , ungkapan itu bermakna
pendidikan watak untuk para siswa yang meliputi ”cipta”, “rasa”, dan “karsa” .
jika berbeda yang mengucapkan maka maknanya pun akan berbeda pula.
Karakter adalah seperangkat
nilai yang telah menjadi kebiasaan hidup sehingga menjadi sifat tetap dalam
diri seseorang, misalnya kerja keras, pantang menyerah,jujur,sederhana,dan lain-lain.
Dengan itulah kiualitas seorang pribadi diukur. Sedangkan tujuan pendidikan
karakter adalah terwujudnya kesatuan esensial si subjek dengan perilaku dan
sikap/nilai hidup yang dimilkinya. Jadi pendidikan karakter dapat dilakukan
dengan pendidikan nilai pada diri sesorang.
Bahwa watak atau karakter
itu amat penting ,dapat disimak dari hasil penelitian di Havard University
Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar,2000) yang memaparkan bahwa kesuksesan hidup
seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan
teknis(hardsklill) yang diperoleh lewat pendidikan ,tetapimlebih oleh kemampuan
mengelola diri yang didalamnya termasuk karakter dan orang lain (softskill).
Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan karakter peserta didik sangat penting
untuk dikembangkan.
Begitu pula dengan karakter
bangsa yang diwujudkan lewat identitasm suatu bangsa. Dengan identitas suatu
bangsa yaitu kebudayaan. Maka dengan demikian kita perlu
menghargai,mengetahui,dan melestarikannya. Dengan pendidikan multicultural yang
menekankan pada multicultural akan kebudayaan lokal. Seperti yang kita tau bahwa Indonesia
merupakian Negara yang multicultural. Namun pada kenyataannya pendidikan multicultural yang diterapkan di
Indonesia bukan tentang budaya lokal namun lebih cenderung budaya luar. Dan
pendidikan multicultural budaya luar sudah mulai diterapkan dari pendidikan
dini. Sehingga cenderung anak-anak sekarang kurang mengetahui budaya lokal
bahkan mereka tidak tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar