Minggu, 01 Juni 2014

Bus in love




Hari senin, telah dimulai aktifitas seperti biasa hari-hari untuk seminggu ke depan apalagi klau tak sekiolah. Hari senin adalah saatnya upacara dan harus berangkat lebih pagi biasanya biar gak telat gitu
Setiap sekolah pulang maupun berangkat slalu naik angkiutan umum apalagi kialau bukian bis. Namun kali ini hingga pukul 06.35 bis tak kinjung datang. Rasa gelisah dihati menghantui pikiran ini akan takut keterlambatan. Dan akhirnya 5 menit kemudian yang ditunggu tlah datang “yes bisnya udah datang , kemana ja ??
Dengan hati lega aku ikutin bi situ hingga suatu ditengah jalan bus berhenti mendadak . karena saat itu aku tengah berdiri dan akupun terperosok hamper mendekati lantai bus akupun ditarik oleh seseorang “kamu gaki papa kan??”  seseorang bertanya padaku
“iya gak papa” sahutku dengan agak kaget gitu. “ trima kasih ya”
Ternyata dia seorang cowok yang cukup cute lah berkacamata frame hitam , kulit putih, bibir tipis memerah dan yang terpenting senyumnya itu bo mematikan.
Dengan sedikit agak terpana melihat wajah dan fisiknya , tanpa aku sadari dia memanggil  namaku “ dinda , duduk sini aja biar gak jatuh lagi “ waw di nawarin kursinya buat aku dan dia ganti yang berdiri .
“kamu kok tau nama aku “ tanyaku heran. Lalu dia hanya menunjuki papan dada yang yang bertuliskian namaku “adinda ananda kinara” itulah namaku.
Dan itulah awal kiita mulai perkenalan, “ dimas “ itulah namanya. Dan perkenalan kita pun terhenti karena akau udah sampai disekolah . huft kurang lama hehehe
Seminggu kemudian setelah perkenalan singkat itu . aku sedikit berkhayal “ bisa gaki ya aku ketem8u dia lagi hehehe” namun itu hanya keinginan yang kionyol ja
Hari sabtu saat itu pulang agak lebih awala dari biasanya. Akupun kebagian bis yang terakhir lewat pintu belakang pula. Tak ada bangku kosong pun terlihat dan dihati pun berfikir pasti bakalan berdiri lagi ni. Namun ternyata masih tinggal satu bangku yang kosong yaitu bangku berisi 2 namun hanya satu orang disana . akupun duduki bersama orang itu. Dia seorang cowok agak muda dan penampilannya ya lumayan cute lah.
Setelah dihampiri pak kondektur. Cowok itu tiba-tiba memulai pembicaraan yang tak aku duga-duga.
“ kelas berapa??” tanpa basa basi dia Tanya
“kelas 3 sma mas?” jawabku dengan penuh Tanya
“kenal dengan adinda ananda kinara”
Hah?????? Seribu tanda Tanya dihati dan fikiranku . heran pasti . karena dia saat bertanya tak sedikitpun dia melihat ku?
Karena aku tak kunjung menjawabnya dia pun kembali ngmong namun kali ini bukan pertanyaan tapi dia sedikit bercerita. “ kiemarin aku ketemu dia di bis, dia juga turun di sekolah mu tadi, dia teman kamu? Kamu kenal dia?”
Dan aku hanya menoleh dan senyum kepadanya . dia pun menoleh dan berucap “ oalah init oh yang aku tunggun daritadi ternyata da disebelah aku, kebetulan banget ya?? Jodoh mungkin heheheh”
Aku hanya bisa tersenyum malu memandangnya beberapa detik. Pertemuan kali ini sama yaitu perkenalan namun lebih dala hingga pertukaran nomerpun terjadi . lagi- lagi pertemuan kita harus terpisah lantaran aku yang harus turun. Namun kita tetap dekat walau hanya lewat komunikasi by phone aja. Semakin dekat kita jalani pertemanan , hingga suatu rasa suka pun bermunculan tanpa disadari.
Suatu hari kita kembali melakukan pertemuan di dalam bis tapa disegaja namun kali ini tanpa malu-malu karena kita sudah cukup kenal. Namun obrolan kali ini bukan lagi perkenalan namun dia mengucapakan satu keinginan tuk berkomitment denganku tuk saling bersama dan saling saying. Hingga hubunhgan itu terjadi dan dimulai dari dalam bis situ.
Yang sangat disayangkan kita hanya bertahan 6 bulan saja karena suatu kesalah pahaman yang terjadi pula dalam bis. Waktu itu aku pulang sekolah sama temen aku cowok ce dia tapi agak kemayu gitu dia itu ganjen bgt sama akiu manja bgt dech pokoknya. Dia itu emang gemes sama aku dan saat di bi situ tiba-tiba dia cium pipi aku dengan gemes gitu aku ce gak marah cz dia emng sering gitu
Yang bikin kaget apa ternyata dimas pun ada di dalam bi situ dan dia lihat itu. Sadarnya kau kialau dia ada di bi situ dia telfon aku dan memutuskan komitment itu saat itu juga tanpa dengar penjelasan sekata pun dari aku.  Semu7a serasa aneh namun lucu tuk diceritakan berawal dan berakhir pula dalam bis. Penuh kenangan saat kembali naik bis .

Tidak ada komentar: