Rabu, 21 Agustus 2013

Waspadai Diet yang Dapat Memicu Stres




Hati-hati bagi anda yang saat ini sedang menjalani proses diet badan karena ada kemungkinan diet memicu orang menjadi mudah marah dan gampang tersinggung. Berdasarkan penelitian, hal ini terkait dengan pengarahan kendali diri masalah makan dapat membuat pola pikir menjadi agresif.
Selain itu juga berpengaruh terhadap pilihan film-film yang diinginkan menjadi film yang berbau kekerasan. Dalam suatu penelitian, saat seseorang lebih memilih buah apel ketimbang sekotak coklat menggambarkan orang tersebut lebih condong menyukai film yang berbau kekerasan serta aksi balas dendam daripada jenis film yang bertema romantis dan lembut.
Di kasus lain, orang yang anggaran keuangannya diberikan dengan pilihan voucher berhadiah yang dapat digunakan buat belanja pada lebih dari satu spa akan menunjukkan ketertarikan memilih raut wajah yang sedang marah ketimbang rasa takut.
Di penelitian lainnya, orang mempunyai lebih banyak usulan yang baik terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang mengandung unsur kemarahan daripada kesan mereka terhadap pesan yang sedih. Misalnya masalah pilihan daya tarik, kemungkinan anggaran tidak ditambahkan bagi kegiatan pelatihan dan kemungkinan akan lebih banyak pelaku kriminal yang cenderung melarikan diri dari jeruji besi.
Dan pada akhirnya, partisipan yang cenderung menyukai camilan sehat ketimbang camilan yang enak tapi kurang sehat akan lebih gampang tersinggung.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengarahan kendali diri mengakibatkan orang lebih condong bersikap agresif kepada orang lain. Dan juga orang yang sedang melakukan diet akan menjadi gampang tersinggung dan cepat marah.
Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan para pembuat kebijakan pemerintah harus lebih memberikan perhatian akan munculnya potensi emosional yang bermuatan negatif saat mendorong masyarakat untuk mengarahkan lebih banyak kendali diri saat menentukan pilihan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya ada campur tangan sikap dengan mengutamakan metode yang lebih kompleks guna mendorong pengembangan perilaku yang positif untuk tujuan jangka panjang


Tidak ada komentar: